Post ini merupakan post lanjutan dari sebelumnya, terima kasih.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa dokter dari dua puluh enam personel medis yang sedang piket di rumah sakit Parkland Memorial saat JFK diotopsi memberikan kesaksian kepada Garrison bahwa bagian belakang dari kepala JFK sudah tidak utuh lagi. Sebagian besar dari otak JFK telah hilang dari tempatnya disebabkan oleh luka menganga sepanjang tujuh sentimeter di bagian belakang kepala, yang merupakan seperempat bagian dari total seluruh kepala JFK. Fakta ini membuat teori tembakan Oswald dari lantai enam gedung penyimpanan buku yang berada di belakang pawai mobil JFK di jalan Elm menjadi sangat mustahil. Luka yang disebabkan oleh senjata api tidak akan membuat luka menganga di bagian tubuh yang ditembus peluru, melainkan di sisi lain tempat peluru tersebut keluar dari tubuh. Maka satu-satunya hal yang paling masuk akal adalah JFK telah ditembak dari depan, dari pagar yang berada di taman sebelah kanan jalan Elm sesuai kesaksian para saksi kunci.
Ditengah proses otopsi, jenazah JFK dipindahkan ke Washington secara ilegal untuk dilakukan otopsi ulang kali ini oleh dokter-dokter Angkatan Laut (menggantikan tim dokter sipil di Parkland Memorial). Para dokter dari rumah sakit Angkatan Laut Bethesda yang terpilih untuk melakukan otopsi jenaza JFK, ketiganya tidak punya pengalaman menangani luka akibat senjata api sebelumnya dalam hidup mereka. Tentu saja, hasil otopsi mereka mendukung kesimpulan tujuh luka dari sebuah peluru ajaib milik Komisi Warren. Letnan Kolonel Finck, salah satu dokter Angkatan Laut, memberikan kesaksian di pengadilan yang digelar Garrison, bahwa ia diberikan instruksi oleh Admiral Kenney untuk ditidak mendiskusikan hasil otopsi keluar dari panduan yang telah diinstruksikan.
Joe Smith, seorang petugas kepolisian kota Dallas memberikan kesaksian bahwa ia bergegas berlari menuju pagar lapangan parkir Dealey Plaza karena mendengar suata tembakan dan mencium bau mesiu. Sesampainya disana, ia mendapatkan beberapa orang yang mencurigakan yang menunjukan kepadanya identitas anggota Dinas Rahasia. Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Rahasia Paul Shore, tidak ada satu pun anggota Dinas Rahasia pengawal presiden ditugaskan untuk berada di belakang pagar Dealey Plaza, sebelum, dan sesudah terjadinya penembakan. Pada jam 12:15, Carloyn Arnold yang bekerja sebagai sekretaris di gedung penyimpanan buku melihat Oswald sedang makan siang sendirian di lantai dua. Bonnie Ray Williams, yang juga bekerja di gedung Texas Book Depository berada di lantai enam sampai jam 12:20, tempat dimana seharusnya Oswald menembak presiden JFK dari belakang, dan ia tidak melihat siapapun kecuali dirinya di lantai enam. Tepat 90 detik dari kejadian penembakan JFK, petugas polisi kota Dallas Marrion Baker melihat Oswald masih berada di lantai dua.
Lyndon Johnson dengan segera memerintahkan mobil limosin penuh darah dan lubang peluru yang digunakan oleh JFK untuk segera dibawa pergi untuk dibersihkan, dilakukan perbaikan, dan dibangun ulang. Hal yang merupakan pelanggaran berat terhadap SOP penyelidikan FBI, apalagi menyangkut kasus pembunuhan kepala negara, dimana harusnya mobil yang penuh dengan petunjuk dan barang bukti tersebut dikarantina selama waktu yang diperlukan untuk investigasi tuntas. Garrison menemukan tidak hanya telah banyak terjadi pelanggaran Sistem Operasi dan Prosedur (SOP) yang dilakukan FBI pada penanganan tersangka Oswald, namun juga menemukan hal yang sangat tidak wajar sehubungan dengan latar belakang sang pembunuh JFK tersebut. Oswald yang mantan marinir AS belakangan diketahui adalah bagian dari intelijen Angkatan Laut AS yang menerima pendidikan khusus intelijen seperti pelatihan penggunaan bahasa Rusia sebagai bahasa sehari-hari, dan pelajaran ideologi Marxist-Leninist (komunisme).
Pada tahun 1957 Oswald ditempatkan di pangkalan intelijen Angkatan Laut AS ‘El Toro’ di Atsugi, Jepang, tempat lepas landas pesawat pengintai tipe U-2 untuk penerbangan mata-mata ke wilayah Rusia. Lalu pada tahun 1959 Oswald diketahui mengajukan permintaan untuk melepas kewarga-negaraannya untuk menjadi warga negara Uni Soviet, berangkat Moskow dengan dalih sebagai pengungsi politik, dan diterima dengan tangan terbuka oleh pemerintah Soviet. Setelah enam bulan tinggal di Moskow, Oswald diketahui menikahi anak dari seorang Kolonel di departemen Intelijen militer Soviet. Namun yang paling menarik adalah, tak lama setelah Oswald menetap di Uni Soviet, sebuah pesawat pengintai U-2 yang dipiloti oleh Francis Gary Powers jatuh di Rusia. Powers mengklaim bahwa Oswald bisa saja memberikan informasi teknologi radar yang menyebabkan terdeteksinya pesawat U-2 yang dipilotinya tersebut. Dan sebagai imbas langsung dari insiden ini, perjanjian pertemuan damai antara Eisenhower (yang saat itu masih menjabat sebagai presiden Amerika) dengan Nikita Kruschev gagal dilaksanakan. Hal yang diyakini Garrison merupakan buah karya operasi mata-mata tingkat tinggi dinas intelijen Amerika atas permintaan dari petinggi militer AS dengan tujuan untuk sengaja menggagalkan konfrensi damai tersebut, agar dapat melestarikan ketegangan diantara kedua kubu.
Sekembalinya dari Uni Soviet, Oswald yang datang memboyong istri Rusianya, disambut bak pahlawan oleh Departemen Dalam Negeri AS. Oswald beserta istri tak hanya diberikan paspor baru yang terbit dalam waktu 48 jam, tapi juga diberikan pinjaman uang untuk memulai hidup baru di Amerika. Oswald tidak pernah diselidiki, ataupun dituntut oleh Angkatan Laut untuk pengkhianatan terhadap negara atas kemungkinan telah memberikan keterangan intelijen vital kepada pihak Soviet yang menyebabkan jatuhnya pesawat mata-mata U-2, seperti yang dituduhkan oleh Powers. Perlakuan yang super spesial dari pemerintah AS kepada warga negaranya, mengingat kebijakan dalam negeri AS pada saat itu sangat keras terhadap warga negaranya yang diketahui memiliki afiliasi dengan sayap kiri, dimana Oswald tak hanya telah resmi membelot, tapi juga disinyalir telah membocorkan intelijen vital kepada pihak musuh. Keistimewaan Oswald yang diperlakukan bak anak emas oleh Dept.Dalam Negeri AS dinilai Garrison sebagai sesuatu yang “tidak masuk akal”.
Mulai Oktober 1962, Oswald ditempatkan di Dallas Fort Worth untuk bekerja di Jaggars-Chilles-Stovall, sebuah perusahaan percetakan produsen peta lokasi dan peta wilayah dibawah kontrak dari dinas intelijen Amerika. Di waktu senggangnya, Oswald banyak menghabiskan waktunya bergaul dengan kalangan sosial kelas atas bersama komunitas pengusaha minyak Dallas, bahkan diketahui bersahabat dengan George De Mohrenschildt, yang merupakan salah satu tokoh penting di Dallas Petroleum Club. Suatu hari dalam satu kebetulan yang luar biasa, De Mohrenschildt memperkenalkan Oswald kepada koleganya yang bernama Bill Williams, seorang insinyur yang bekerja di divisi riset dan teknis perusahaan BELL Helicopters, yang menawarkan Oswald kesejahteraan lebih baik apabila ia mau meninggalkan pekerjaan lamanya, dan bekerja di gedung penyimpanan buku Texas Book Depository di jalan Elm, apakah suatu kebetulan??. Pada Oktober 1963, Oswald menerima tawaran tersebut, dan mulai bekerja di bagian umum sampai hari naas itu tiba. Enam tahun setelah insiden penembakan tersebut, ketika Garrison mencoba mengakses data-data pribadi baik Oswald maupun Bill Williams, seperti catatan pajak, mutasi rekening, dll, ditolak oleh dinas bersangkutan dengan alasan: karena rahasia negara dan demi keamanan nasional. Ini merupakan pertama-kalinya seorang jaksa wilayah tidak dapat mengakses data-data pribadi warga sipil dalam sejarah Amerika Serikat. Namun Garrison berhasil menemukan bahwa Bill Williams memiliki hubungan dengan CIA melalui salah satu anggota keluarganya, dan diketahui melakukan pekerjaan dalam kategori ‘rahasia’ untuk Bell Helicopters.
Satu fakta menarik mengenai gedung penyimpanan buku Texas Book Depository, adalah pada lantai enam dimana Oswald seharusnya berada yang ternyata pandangannya ke taman Dealey Plaza di jalan Elm terhalang oleh rerimbunan pohon Oak Texas. J. Edgar Hoover membuat klaim atas nama FBI, bahwa pohon Oak tersebut sedang mengalami gugur daun pada bulan November sehingga tidak terlalu menghalangi pandangan Oswald membidik JFK. Sebuah kejanggalan yang tak bisa diterima oleh nalar, yakni mengapa seorang petinggi FBI memberikan pernyataan yang mengindikasikan bahwa ia dengan sengaja melakukan kebohongan kepada publik, karena adalah sebuah pengetahuan umum bahwa pohon Oak Texas baru gugur daun pada awal bulan Maret. Posisi gedung penyimpanan buku Texas Book Depository adalah berada tepat di mulut jalan Elm Street, satu sisinya menghadap ke Houston Street, dan sisi yang lain menghadap ke taman Dealey Plaza (masih di jalan Elm Street) yang jadi titik eksekusi pembunuhan JFK. Iring-iringan mobil JFK datang dari jalan Houston (ke arah gedung penyimpanan buku), melakukan belokan patah hampir berputar balik memasuki mulut jalan Elm Street, meninggalkan gedung tempat Oswald berada, masuk ke taman titik eksekusi. Akan teramat sangatlah mudah untuk Oswald, apabila ia membidik JFK ketika iring-iringan mobil masih berada di Houston Street melaju menuju gedung. Karena ia akan mendapat waktu lebih banyak, dan tidak terhalang rerimbunan pohon Oak Texas. Tapi Oswald memilih untuk menembak JFK ketika iring-iringan mobil telah lebih jauh meninggalkan gedung menuju taman, dan terhalang rerimbunan pohon Oak, sebuah cerita yang absurd.
Lanjut di Part 5...
Kamis, 15 Desember 2011
John F Kennedy #3
Post ini merupakan post lanjutan dari sebelumnya, terima kasih.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kontradiktif besar antara kesimpulan dan fakta-fakta di lapangan ini tidak membuat Komisi Warren mengakui adanya keganjilan yang memerlukan investigasi ulang, sebaliknya, mereka memilih untuk memasukan teori “peluru ajaib” karangan Jaksa Muda Arlen Spector, yang menurut Garrison adalah kebohongan yang paling menjijikan yang pernah dipaksakan kepada publik di Amerika. Sang peluru ajaib, menurut Spector, menembus punggung JFK bergerak dari atas menuju ke bawah dengan kemiringan 17 derajat (luka no.1), kemudian bergerak naik untuk meninggalkan tubuh JFK melalui leher ke arah bagian kiri mobil (luka no.2), kemudian berhenti ditengah-tengah udara dan memutar balik ke arah bagian kanan mobil dan melakukan belokan patah untuk menembus punggung Conally di dekat ketiak kanan (luka no.3), kemudian peluru ajaib bergerak kebawah dengan kemiringan 27 derajat mematahkan tulang iga Conally dan meninggalkan dada Conally kembali ke arah bagian kiri mobil (luka no.4), kemudian peluru ajaib kembali melakukan belokan patah ke kanan dan menembus kembali tubuh Conally di pergelangan tangan kanannya (luka no.5), kemudian peluru ajaib keluar dari pergelangan tangan Conally (luka no.6), dan melakukan putar balik drastis untuk menembus paha kiri Conally (luka no.7).
Namun yang paling ajaib adalah, peluru yang diklaim sebagai “peluru ajaib” tersebut ditemukan dalam kondisi hampir tanpa cacat seolah-olah belum ditembakan dan belum membentur benda apapun, ditemukan di tempat tidur dorong yang digunakan untuk membawa Conally di rumah sakit Parkland Memorial.
Spesialis luka balistik dari militer AS melakukan uji coba menggunakan senapan yang sama, dan peluru kaliber serupa, dan tak satu hasil tes pun yang mampu mendapatkan peluru yang masih utuh setelah ditembakan ke media bangkai binatang untuk merekonstruksi sang “peluru ajaib”. Cerita “peluru ajaib” ini lah yang dijadikan fondasi pembuktian Komisi Warren untuk mendukung klaim Oswald sebagai pembunuh tunggal. Selama tahun 1966, Garrison juga mewawancara ulang para saksi hidup yang berada di tempat kejadian ketika presiden JFK dibunuh di taman Dealey Plaza pada siang yang naas itu. Berlusin saksi dengan tegas menyatakan telah mendengar suara tembakan yang berasal dari bukit berumput yang berada di arah depan iring-iringan mobil JFK, dan bukan dari gedung perpustakaan dibelakangnya.
Kesaksian S.M. Holland, Richard Dodd dan James Simmons yang ketiganya sedang berdiri di jembatan tepat diatas jalan Elm, “Saya telah memberikan keterangan dengan jelas kepada orang-orang di komisi kerja Warren, bahwa saya mendengar satu tembakan berasal dari pagar di sebelah depan kiri dari arah iring-iringan mobil presiden."
Kesaksian William Newman yang berdiri di taman sebelah kiri jalan Elm, “Kami yakin kami semua melihat hal yang sama, yakni: asap yang keluar dari rerimbunan pohon di pagar sebelah kiri depan mobil JFK.”
Kesaksian Jean Hill dan Mary Moorman yang berdiri di trotoar jalan Elm tepat di lintasan pawai mobil JFK, “Aku sedang berdiri di sisi jalan tepat di taman bersama kawan saya Mary Moorman ketika suara tembakan meletus, aku tetap berdiri dan tertegun, di sudut mataku, aku melihat kilatan cahaya dari semak-semak pagar seberang, dan tembakan terakhir yang merobek kepalanya. Aku terus memandang dan melihat asap keluar dari balik pagar diatas bukit tersebut. Lalu aku berlari ke arah bukit bersama yang lain, aku berpikir polisi pasti sudah melumpuhkan salah satu dari pembunuh Kennedy. Namun ketika aku sampai di lapangan parkir di balik buki, yang kulihat hanya petugas pintu KA dan kepolisian kota Dallas. Saat itulah aku dihampiri dua petugas dari Dinas Rahasia, yang memaksaku untuk mengikuti mereka dan meminta kamera yang dipegang Mary. Tak hanya mereka menakitiku, tapi mereka juga pasti telah memperhatikan kami sejak lama, karena mereka tahu semua yang kita lakukan. Sampai di kantor, aku menceritakan apa adanya, bahwa aku mendengar 4-5 kali bunyi letusan tembakan dari pagar seberang taman. Petugas Dinas Rahasia yang menginterogasiku bersikeras bahwa hal tersebut mustahil dan memaksaku untuk menerima penjelasan bahwa yang ku dengar tersebut tak lebih dari gema. Mereka juga memaksaku untuk memberikan kesaksian bahwa yang kudengar adalah 3 suara tembakan yang berasal dari gedung penyimpanan buku, dan mengatakan bahwa mereka akan menahanku apabila aku memutuskan untuk tidak kooperatif.”
Setiap kunci saksi yang diwawancara ulang oleh Garrison selama tahun 1966 tidak ragu sedikitpun bahwa mereka melihat satu atau lebih tembakan yang datang dari pagar tempat parkir Dealey Plaza di sebelah kanan jalan Elm. Namun tidak ada satu kesaksian pun dari para saksi kunci ini dimuat seperti hasil wawancara ulang Garrison, melainkan diganti oleh kesaksian yang mendukung cerita pembunuh tunggal Oswald dari gedung penyimpanan buku. Komisi Kerja Warren telah dengan sengaja mengubah seluruh kesaksian para saksi mata, dan dengan sadar melakukan pemalsuan dan mengedarkan kesaksian palsu (atas nama negara) kepada publik Amerika
Lanjut di Part 4...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kontradiktif besar antara kesimpulan dan fakta-fakta di lapangan ini tidak membuat Komisi Warren mengakui adanya keganjilan yang memerlukan investigasi ulang, sebaliknya, mereka memilih untuk memasukan teori “peluru ajaib” karangan Jaksa Muda Arlen Spector, yang menurut Garrison adalah kebohongan yang paling menjijikan yang pernah dipaksakan kepada publik di Amerika. Sang peluru ajaib, menurut Spector, menembus punggung JFK bergerak dari atas menuju ke bawah dengan kemiringan 17 derajat (luka no.1), kemudian bergerak naik untuk meninggalkan tubuh JFK melalui leher ke arah bagian kiri mobil (luka no.2), kemudian berhenti ditengah-tengah udara dan memutar balik ke arah bagian kanan mobil dan melakukan belokan patah untuk menembus punggung Conally di dekat ketiak kanan (luka no.3), kemudian peluru ajaib bergerak kebawah dengan kemiringan 27 derajat mematahkan tulang iga Conally dan meninggalkan dada Conally kembali ke arah bagian kiri mobil (luka no.4), kemudian peluru ajaib kembali melakukan belokan patah ke kanan dan menembus kembali tubuh Conally di pergelangan tangan kanannya (luka no.5), kemudian peluru ajaib keluar dari pergelangan tangan Conally (luka no.6), dan melakukan putar balik drastis untuk menembus paha kiri Conally (luka no.7).
Namun yang paling ajaib adalah, peluru yang diklaim sebagai “peluru ajaib” tersebut ditemukan dalam kondisi hampir tanpa cacat seolah-olah belum ditembakan dan belum membentur benda apapun, ditemukan di tempat tidur dorong yang digunakan untuk membawa Conally di rumah sakit Parkland Memorial.
Spesialis luka balistik dari militer AS melakukan uji coba menggunakan senapan yang sama, dan peluru kaliber serupa, dan tak satu hasil tes pun yang mampu mendapatkan peluru yang masih utuh setelah ditembakan ke media bangkai binatang untuk merekonstruksi sang “peluru ajaib”. Cerita “peluru ajaib” ini lah yang dijadikan fondasi pembuktian Komisi Warren untuk mendukung klaim Oswald sebagai pembunuh tunggal. Selama tahun 1966, Garrison juga mewawancara ulang para saksi hidup yang berada di tempat kejadian ketika presiden JFK dibunuh di taman Dealey Plaza pada siang yang naas itu. Berlusin saksi dengan tegas menyatakan telah mendengar suara tembakan yang berasal dari bukit berumput yang berada di arah depan iring-iringan mobil JFK, dan bukan dari gedung perpustakaan dibelakangnya.
Kesaksian S.M. Holland, Richard Dodd dan James Simmons yang ketiganya sedang berdiri di jembatan tepat diatas jalan Elm, “Saya telah memberikan keterangan dengan jelas kepada orang-orang di komisi kerja Warren, bahwa saya mendengar satu tembakan berasal dari pagar di sebelah depan kiri dari arah iring-iringan mobil presiden."
Kesaksian William Newman yang berdiri di taman sebelah kiri jalan Elm, “Kami yakin kami semua melihat hal yang sama, yakni: asap yang keluar dari rerimbunan pohon di pagar sebelah kiri depan mobil JFK.”
Kesaksian Jean Hill dan Mary Moorman yang berdiri di trotoar jalan Elm tepat di lintasan pawai mobil JFK, “Aku sedang berdiri di sisi jalan tepat di taman bersama kawan saya Mary Moorman ketika suara tembakan meletus, aku tetap berdiri dan tertegun, di sudut mataku, aku melihat kilatan cahaya dari semak-semak pagar seberang, dan tembakan terakhir yang merobek kepalanya. Aku terus memandang dan melihat asap keluar dari balik pagar diatas bukit tersebut. Lalu aku berlari ke arah bukit bersama yang lain, aku berpikir polisi pasti sudah melumpuhkan salah satu dari pembunuh Kennedy. Namun ketika aku sampai di lapangan parkir di balik buki, yang kulihat hanya petugas pintu KA dan kepolisian kota Dallas. Saat itulah aku dihampiri dua petugas dari Dinas Rahasia, yang memaksaku untuk mengikuti mereka dan meminta kamera yang dipegang Mary. Tak hanya mereka menakitiku, tapi mereka juga pasti telah memperhatikan kami sejak lama, karena mereka tahu semua yang kita lakukan. Sampai di kantor, aku menceritakan apa adanya, bahwa aku mendengar 4-5 kali bunyi letusan tembakan dari pagar seberang taman. Petugas Dinas Rahasia yang menginterogasiku bersikeras bahwa hal tersebut mustahil dan memaksaku untuk menerima penjelasan bahwa yang ku dengar tersebut tak lebih dari gema. Mereka juga memaksaku untuk memberikan kesaksian bahwa yang kudengar adalah 3 suara tembakan yang berasal dari gedung penyimpanan buku, dan mengatakan bahwa mereka akan menahanku apabila aku memutuskan untuk tidak kooperatif.”
Setiap kunci saksi yang diwawancara ulang oleh Garrison selama tahun 1966 tidak ragu sedikitpun bahwa mereka melihat satu atau lebih tembakan yang datang dari pagar tempat parkir Dealey Plaza di sebelah kanan jalan Elm. Namun tidak ada satu kesaksian pun dari para saksi kunci ini dimuat seperti hasil wawancara ulang Garrison, melainkan diganti oleh kesaksian yang mendukung cerita pembunuh tunggal Oswald dari gedung penyimpanan buku. Komisi Kerja Warren telah dengan sengaja mengubah seluruh kesaksian para saksi mata, dan dengan sadar melakukan pemalsuan dan mengedarkan kesaksian palsu (atas nama negara) kepada publik Amerika
Lanjut di Part 4...
John F Kennedy #2
Post ini merupakan post lanjutan dari sebelumnya, terima kasih.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
William Walter, seorang petugas malam di kantor federal FBI menerima teleks pada tanggal 17 November yang berbunyi, “Sebuah percobaan pembunuhan kemungkinan akan dilakukan oleh sebuah grup militan revolusioner kepada presiden Kennedy saat kunjungan ke Dallas pada tanggal dua puluh dua garis dua puluh tiga sembilan belas enam puluh tiga.”
Peringatan pada teleks yang diterima Walter secara jelas dan spesifik memperingatkan adanya rencana pembunuhan presiden JFK pada tanggal 22 November. Teleks tersebut telah disebarkan ke berbagai dinas pertahanan dan keamanan diseluruh penjuru Amerika, tanpa ada satu tindakan pun yang dilakukan. Tanpa ada penyelidikan lebih lanjut untuk memberikan penilaian proporsional terhadap peringatan tersebut. Tanpa perubahan yang dilakukan terhadap rencana iring-iringan pawai. Dan tanpa keamanan ekstra dilakukan pada hari-H. Walter pun bersaksi kepada Jim Garrison mengenai sesuatu yang aneh, yakni hilangnya teleks tersebut dari seluruh sistem dokumentasi di kantor FBI sesaat setelah pembunuhan JFK. Untungnya Walter telah sempat memfoto kopi teleks tersebut dan menyerahkannya kepada Garrison. Namun yang paling aneh adalah teleks peringatan tersebut tidak pernah disinggung di dalam satu halaman pun di 26 jilid laporan yang disusun oleh Komisi Kerja Warren.
Tes nitrat untuk mengetahui kadar mesiu yang menempel pada tubuh seseorang, dilakukan kepada Oswald pada 22 November 1963 dengan hasil negatif. Tes nitrat ini menunjukan bahwa Oswald tidak menembakan senjata api dua hari sebelum tes dilaksanakan. Ini tentunya adalah bukti vital yang dapat meringankan tuduhan yang dikenakan kepada Oswald. Bahkan laporan tempat kejadian perkara FBI menyatakan tidak menemukan sidik jari Oswald pada senapan yang ditemukan di gedung Book Depository yang diduga digunakan untuk membunuh JFK. Namun seminggu setelah Oswald tewas ditembak oleh Jack Ruby, tiba-tiba muncul seorang petugas kepolisian kota Dallas yang melapor telah berhasil menemukan sidik jari Oswald pada senapan tersebut. Tentunya ini bisa saja dilakukan dengan menempelkan barang bukti ke jari-jari Oswald yang telah terbujur kaku di ruang jenazah departemen forensik kepolisian kota Dallas.
Pada rekonstruksi di tempat kejadian perkara, FBI membawa tiga orang ahli penembak jitu, dan melakukan dua rangkaian uji coba, dimana tidak ada satupun dari mereka yang mempu me-reka ulang apa yang Oswald lakukan, yakni melepaskan tiga tembakan dengan akurasi kelas dunia dalam waktu kurang dari enam detik menggunakan sebuah senapan manual murahan. Berdasarkan suara letusan tembakan yang terekam oleh kamera film Abraham Zapruder, terdengar tiga letusan dalam waktu 5,6 detik. Ahli penembak jitu terbaik FBI melakukannya dalam rekonstruksi dengan rata-rata 6-7 detik tanpa melakukan pembidikan sama sekali. Yang berarti, tak hanya membuang tiga tembakan dibawah 6 detik tidak dapat dilakukan, namun juga bertambah absurd dengan adanya beban untuk melakukan pembidikan. Dibutuhkan waktu 2,3 detik untuk mengokang senapan Mannlicher-Carcano yang diklaim digunakan oleh Oswald untuk menembak JFK, yang berarti total waktu 6,9 detik (tanpa menambahkan variabel pembidikan). Sekali lagi tidak tes nitrat kepolisian Dallas, tidak juga rekonstruksi penembak jitu FBI disinggung dalam satu halaman pun di 26 jilid Laporan Komisi Kerja Warren.
Garrison juga tidak pernah habis berpikir, bagaimana seorang mantan marinir yang terlatih di dinas intelijen AL seperti Oswald, harus membeli senapan yang akan dia gunakan untuk membunuh presiden Amerika lewat pemesanan melalui pos, sadar dengan cara tersebut adalah membuat mudah terlacaknya barang bukti alat pembunuh kepada dirinya, ketika dia bisa saja pergi ke toko manapun di kota Texas, memberikan identitas palsu, dan pergi membawa sebuah senapan yang tidak dapat dilacak. Namun yang tak kalah absurd tentunya adalah kesimpulan yang diambil oleh Komisi Kerja Warren mengenai pembunuh tunggal dan tiga peluru yang membunuh presiden JFK, disebabkan oleh dua hal tidak terduga yang terjadi pada siang naas itu, yang membuat kesimpulan Komisi Kerja Warren menjadi mustahil dan sangat tidak masuk akal.
Pertama adalah bukti film yang direkam oleh Abraham Zapruder menggunakan kamera berlensa delapan millimeter dengan posisi tepat di sudut kanan depan dari iring-iringan mobil presiden berdiri diatas rumput di dekat bukit berpagar. Kedua, adalah saksi James Teague yang terluka terkena serpihan peluru ketika ia sedang berdiri di ujung jalan Elm jauh di depan rute parade dekat terowongan yang akan dilalui iring-iringan mobil JFK. Bila seluruh fakta-fakta lapangan ini dianalisa menggunakan kesimpulan laporan Komisi Kerja Warren khususnya mengenai tiga peluru, maka serpihan peluru yang melukai James Teague adalah berasal dari satu (dari tiga peluru) yang ditembakan oleh Oswald dari lantai enam gedung Book Depository. Yang berarti hanya menyisakan dua peluru, dimana satu peluru telah ditetapkan sebagai tembakan fatal di kepala yang membunuh JFK. Menyisakan hanya satu peluru yang harus bertanggung jawab membuat tujuh luka tak hanya pada sekujur tubuh JFK, namun juga pada beberapa bagian dari tubuh gubernur negara bagian Texas John Conally yang duduk tepat di depan JFK di bangku sebelah supir. Sebuah peluru yang bergerak zig-zag melukai JFK dan Conally di beberapa lokasi yang berbeda dengan gerakan mustahil yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah senjata api.
Lanjut di Part 3...
Rabu, 14 Desember 2011
John F Kennedy
John Fitzgerald Kennedy sering disebut John F. Kennedy, Kennedy, John Kennedy, Jack Kennedy, atau JFK (lahir di Brookline, Massachusetts 29 Mei 1917 – adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-35. Pada 1960, ia menjadi termuda yang dipilih menjadi Presiden Amerika Serikat dan termuda kedua setelah Theodore Roosevelt untuk jabatan presiden. Kennedy menjadi presiden setelah dilantik pada 20 Januari 1961. Jabatan kepresidennya terhenti setelah terjadi pembunuhan terhadap dirinya pada 1963. Ia tewas oleh terjangan peluru saat melakukan kunjungan ke Dallas (Texas) pada 22 November 1963. Kennedy roboh saat mobil terbuka yang membawanya melintas di kerumunan orang yang menyambut kunjungannya. Pada 25 November 1963, jenasahnya dimakamkan di Arlington, Washington, DC. Sebanyak 800.000 orang ikut berkabung di jalanan Washington.
Kennedy adalah anggota klan Kennedy yang berdarah Irlandia-Amerika, sebuah keluarga terkemuka di dunia politik negaranya. Ia dianggap sebagai lambang liberalisme Amerika. Pada Perang Dunia II, ia dikagumi karena keberanian dan heroismenya ketika ia menyelamatkan seorang rekan pelaut di Samudra Pasifik Selatan. Kennedy mewakili Massachusetts pada 1947–1960, sebagai anggota Dewan Perwakilan dan Senat AS. Ia terpilih sebagai Presiden pada 1960 dengan kemenangan yang tipis dalam salah satu pemilu yang paling ketat dalam sejarah Amerika. (Wikipedia)
Disini saya akan menjelaskan kematian JFK berdasarkan informasi yang saya dapat dari internet, buku dan koran.
Pada Januari 1961, dalam pidato selamat tinggal (letak jabatan), Presiden Dwight D. Eisenhower berkata, “..evolusi industri militer yang pesat adalah pengalaman baru bagi Amerika. Yang ternyata memiliki pengaruh total terhadap ekonomi, politik, bahkan spiritual. Dirasakan di setiap kota, setiap negara bagian, dan setiap kantor pemerintahan. Kita harus menjaga Amerika dari sebuah akuisisi oleh pengaruh yang tidak kita inginkan dari industri militer yang kompleks ini. Kita tidak pernah boleh membiarkan kombinasi ini membahayakan kebebasan dari proses demokrasi kita..”
Pada bulan November 1960, dalam sebuah kemenangan dengan perhitungan tertipis dalam sejarah demokrasi Amerika. Tak lama menduduki kantor oval di gedung putih, JFK langsung menjadi simbol dari sebuah perubahan signifikan yang membawa semacam angin segar ‘kebebasan baru’ yang menjanjikan bagi AS (terutama bagi kulit warna minoritas). Tak berhenti sampai disitu, JFK dengan ekstrim membanting setir paradigma politik yang paling fundamen bagi Amerika pada saat itu, yakni: Memerangi Komunisme (Satu pergelakkan melawan arus yang tidak pernah dilakukan oleh presiden sebelumnya).
JFK tidak main-main dengan agenda politiknya, ini dibuktikan dengan intervensinya dalam krisis teluk Bay of Pig, ketika CIA sedang melancarkan perang suci-nya untuk menjatuhkan diktator Kuba Fidel Castro. Kesuksesan revolusi komunisme yang diusung Fidel Castro telah menghantarkannya menjadi orang nomor satu di Kuba, tentunya hal ini mengancam kepentingan ekonomi dan bisnis bilateral antara kedua negara. CIA serta merta memberikan dukungan intelijen dan persenjataan kepada pemberontakan anti-Castro di Kuba, yang menemukan puncaknya ketika terjadi kontak senjata di teluk Bay of Pig pada April 1961. Permintaan CIA untuk untuk memberikan bantuan militer melalui udara bagi pasukan anti-Castro tersebut ditolak mentah-mentah oleh JFK, yang menyebabkan kekalahan telak dan kehancuran total Brigade anti-Castro asuhan CIA tersebut.
Tak cukup sampai disitu, JFK kembali menguji kesabaran para petinggi militer dan intelijen Amerika ketika ia membuat perjanjian damai dengan Perdana Menteri Rusia Nikita Kruschev saat Amerika dan Rusia telah berada dibibir jurang selangkah lagi menuju perang nuklir, yakni ketika rudal-rudal hulu ledak nuklir balistik Rusia disinyalir berada di wilayah Kuba yang hanya 150 kilometer dari daratan Amerika pada Oktober 1962. Kapal-kapal perang Rusia telah berlayar menuju Kuba untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya invasi Amerika ke Kuba, namun memutar balik dan pulang kembali ke Rusia pada menit-menit terakhir setelah JFK berbicara dengan Kruschev. Tapi yang paling membuat para petinggi militer dan intelijen Amerika gusar, adalah ketika pada musim semi 1963, JFK memberikan pidato di depan mahasiswa Universitas Washington, membicarakan visi-nya yang baru bagi Amerika, yakni: perdamaian, kebijakan luar negeri non-agresi, dan pengkajian ulang sikap Amerika terhadap Uni Soviet. Ini dibuktikannya dengan mencanangkan rencana untuk memulangkan 16.000 tentara Amerika yang saat itu berada di Vietnam dan Laos selambat-lambatnya pada perayaan natal tahun 1965. JFK menegaskan bahwa perang di Indo-Cina adalah bukan perang bangsa Amerika, dan militer Amerika tidak punya kepentingan disana, maka dengan ini harus dengan segera menarik diri.
Pada hari Jumat, tanggal 22 November 1963, iring-iringan mobil presiden JFK berparade mengelilingi kota Dallas, Texas. Sesaat setelah jam 12:30, iring-iringan Presiden JFK berbelok di tikungan patah dari jalan Houston masuk ke jalan Elm, melewati gedung penyimpanan buku Texas Book Depository, melintas melalui taman Dealey Plaza, ketika terdengar suara tembakan meletus berkali-kali. JFK dilarikan ke rumah sakit Parkland Memorial sekitar lima kilometer dari taman Dealey Plaza, namun JFK menghembuskan nafas terakhirnya pada jam 13:00 waktu Amerika. Siang itu juga, kepolisian kota Dallas mengumumkan telah menangkap seorang tersangka pembunuhan petugas polisi yang disinyalir memiliki kaitan dengan pembunuhan JFK, tersangka diidentifikasi bernama Lee Harvey Oswald, yang ditangkap di sebuah bioskop di daerah Oak Cliff, tak jauh dari lokasi tewasnya petugas polisi tersebut.
Menariknya lagi, pada malam itu juga Jaksa kota Dallas Henry M. Wade memberikan pengumuman yang dilansir dalam berita oleh stasiun TV CBS, yang menyatakan tanpa keraguan bahwa Oswald adalah pembunuh JFK. Ini dilakukan hanya enam jam dari waktu terjadinya penembakan. Tanpa penyelidikan. Oswald diinterogasi selama 12 jam non-stop tanpa kehadiran kuasa hukum, dan lebih anehnya lagi, tanpa ada satu lembar pun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dibuat. Senapan merk Mannlicher-Carcano buatan Itali, diumumkan kepolisian kota Dallas sebagai senjata yang digunakan Oswald untuk membunuh JFK. Senapan ekonomis yang tidak pernah menjadi pilihan bagi pemburu rusa sekalipun dikarenakan oleh buruknya akurasi senapan tersebut. Lebih anehnya lagi, senapan tersebut telah dibeli oleh Oswald melalui pemesanan lewat pos, yang dikirim pada Maret 1963 ke alamat PO Box milik Oswald, yang membuatnya sangat mudah dilacak. Tak hanya itu, 48 jam setelah penangkapan, Oswald tewas ditembak mati oleh seseorang bernama Jack Ruby di depan 70 orang polisi yang sedang mengawalnya pada 24 November 1963 (Ruby sang sang pembunuh Oswald pun nantinya akan ditemukan tewas di penjara). Sebuah akhir dari drama pembunuhan presiden Amerika yang sirna tanpa penyelidikan, tanpa penyidikan, dan tanpa persidangan.
Pada bulan November 1960, dalam sebuah kemenangan dengan perhitungan tertipis dalam sejarah demokrasi Amerika. Tak lama menduduki kantor oval di gedung putih, JFK langsung menjadi simbol dari sebuah perubahan signifikan yang membawa semacam angin segar ‘kebebasan baru’ yang menjanjikan bagi AS (terutama bagi kulit warna minoritas). Tak berhenti sampai disitu, JFK dengan ekstrim membanting setir paradigma politik yang paling fundamen bagi Amerika pada saat itu, yakni: Memerangi Komunisme (Satu pergelakkan melawan arus yang tidak pernah dilakukan oleh presiden sebelumnya).
JFK tidak main-main dengan agenda politiknya, ini dibuktikan dengan intervensinya dalam krisis teluk Bay of Pig, ketika CIA sedang melancarkan perang suci-nya untuk menjatuhkan diktator Kuba Fidel Castro. Kesuksesan revolusi komunisme yang diusung Fidel Castro telah menghantarkannya menjadi orang nomor satu di Kuba, tentunya hal ini mengancam kepentingan ekonomi dan bisnis bilateral antara kedua negara. CIA serta merta memberikan dukungan intelijen dan persenjataan kepada pemberontakan anti-Castro di Kuba, yang menemukan puncaknya ketika terjadi kontak senjata di teluk Bay of Pig pada April 1961. Permintaan CIA untuk untuk memberikan bantuan militer melalui udara bagi pasukan anti-Castro tersebut ditolak mentah-mentah oleh JFK, yang menyebabkan kekalahan telak dan kehancuran total Brigade anti-Castro asuhan CIA tersebut.
Tak cukup sampai disitu, JFK kembali menguji kesabaran para petinggi militer dan intelijen Amerika ketika ia membuat perjanjian damai dengan Perdana Menteri Rusia Nikita Kruschev saat Amerika dan Rusia telah berada dibibir jurang selangkah lagi menuju perang nuklir, yakni ketika rudal-rudal hulu ledak nuklir balistik Rusia disinyalir berada di wilayah Kuba yang hanya 150 kilometer dari daratan Amerika pada Oktober 1962. Kapal-kapal perang Rusia telah berlayar menuju Kuba untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya invasi Amerika ke Kuba, namun memutar balik dan pulang kembali ke Rusia pada menit-menit terakhir setelah JFK berbicara dengan Kruschev. Tapi yang paling membuat para petinggi militer dan intelijen Amerika gusar, adalah ketika pada musim semi 1963, JFK memberikan pidato di depan mahasiswa Universitas Washington, membicarakan visi-nya yang baru bagi Amerika, yakni: perdamaian, kebijakan luar negeri non-agresi, dan pengkajian ulang sikap Amerika terhadap Uni Soviet. Ini dibuktikannya dengan mencanangkan rencana untuk memulangkan 16.000 tentara Amerika yang saat itu berada di Vietnam dan Laos selambat-lambatnya pada perayaan natal tahun 1965. JFK menegaskan bahwa perang di Indo-Cina adalah bukan perang bangsa Amerika, dan militer Amerika tidak punya kepentingan disana, maka dengan ini harus dengan segera menarik diri.
Pada hari Jumat, tanggal 22 November 1963, iring-iringan mobil presiden JFK berparade mengelilingi kota Dallas, Texas. Sesaat setelah jam 12:30, iring-iringan Presiden JFK berbelok di tikungan patah dari jalan Houston masuk ke jalan Elm, melewati gedung penyimpanan buku Texas Book Depository, melintas melalui taman Dealey Plaza, ketika terdengar suara tembakan meletus berkali-kali. JFK dilarikan ke rumah sakit Parkland Memorial sekitar lima kilometer dari taman Dealey Plaza, namun JFK menghembuskan nafas terakhirnya pada jam 13:00 waktu Amerika. Siang itu juga, kepolisian kota Dallas mengumumkan telah menangkap seorang tersangka pembunuhan petugas polisi yang disinyalir memiliki kaitan dengan pembunuhan JFK, tersangka diidentifikasi bernama Lee Harvey Oswald, yang ditangkap di sebuah bioskop di daerah Oak Cliff, tak jauh dari lokasi tewasnya petugas polisi tersebut.
Menariknya lagi, pada malam itu juga Jaksa kota Dallas Henry M. Wade memberikan pengumuman yang dilansir dalam berita oleh stasiun TV CBS, yang menyatakan tanpa keraguan bahwa Oswald adalah pembunuh JFK. Ini dilakukan hanya enam jam dari waktu terjadinya penembakan. Tanpa penyelidikan. Oswald diinterogasi selama 12 jam non-stop tanpa kehadiran kuasa hukum, dan lebih anehnya lagi, tanpa ada satu lembar pun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dibuat. Senapan merk Mannlicher-Carcano buatan Itali, diumumkan kepolisian kota Dallas sebagai senjata yang digunakan Oswald untuk membunuh JFK. Senapan ekonomis yang tidak pernah menjadi pilihan bagi pemburu rusa sekalipun dikarenakan oleh buruknya akurasi senapan tersebut. Lebih anehnya lagi, senapan tersebut telah dibeli oleh Oswald melalui pemesanan lewat pos, yang dikirim pada Maret 1963 ke alamat PO Box milik Oswald, yang membuatnya sangat mudah dilacak. Tak hanya itu, 48 jam setelah penangkapan, Oswald tewas ditembak mati oleh seseorang bernama Jack Ruby di depan 70 orang polisi yang sedang mengawalnya pada 24 November 1963 (Ruby sang sang pembunuh Oswald pun nantinya akan ditemukan tewas di penjara). Sebuah akhir dari drama pembunuhan presiden Amerika yang sirna tanpa penyelidikan, tanpa penyidikan, dan tanpa persidangan.
Presiden Lyndon Johnson lalu meresmikan pembentukan sebuah Komisi Kerja untuk penyelidikan pembunuhan JFK di Dallas, yang akan dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Earl Warren (juga dikenal dengan sebutan ‘Warren Commission’) memimpin sebuah kelompok panelis yang terdiri dari pejabat kejaksaan Texas, dan mantan kepala CIA Allen Dulles yang dipecat oleh JFK. Komisi Kerja Warren menerbitkan 26 jilid laporan insiden berdarah tersebut dengan kesimpulan : JFK dibunuh oleh tiga peluru dari pembunuh tunggal bernama Lee H. Oswald, dari lantai enam gedung penyimpanan buku Texas Book Depository. Tentu saja cerita ini penuh dengan keganjilan dan kejanggalan. Salah satunya adalah disebabkan oleh begitu banyaknya inkonsistensi laporan Komisi Kerja Warren dengan fakta-fakta temuan di lapangan.
Pada tahun 1966, seorang Jaksa Wilayah Orleans Parish (New Orleans) bernama Jim Garrison melakukan satu-satunya penyelidikan menyeluruh dan persidangan atas kasus pembunuhan JFK. Berdasarkan hasil temuan penyelidikannya, Garrison menyatakan bahwa laporan hasil penyelidikan oleh Komisi Kerja Warren adalah penyelidikan terburuk dalam sejarah Amerika Serikat, disebabkan oleh terlalu banyak kesaksian yang diragukan kebenarannya, petunjuk yang tidak ditelusuri, absennya berita acara pemeriksaan yang mendetail, dan secara garis besar berisikan kesimpulan selektif yang tidak dapat dipertanggung jawabkan (sesuatu yang akan diulang pada penyelidikan WTC 9/11 tiga puluh lima tahun kemudian).
Pada tahun 1966, seorang Jaksa Wilayah Orleans Parish (New Orleans) bernama Jim Garrison melakukan satu-satunya penyelidikan menyeluruh dan persidangan atas kasus pembunuhan JFK. Berdasarkan hasil temuan penyelidikannya, Garrison menyatakan bahwa laporan hasil penyelidikan oleh Komisi Kerja Warren adalah penyelidikan terburuk dalam sejarah Amerika Serikat, disebabkan oleh terlalu banyak kesaksian yang diragukan kebenarannya, petunjuk yang tidak ditelusuri, absennya berita acara pemeriksaan yang mendetail, dan secara garis besar berisikan kesimpulan selektif yang tidak dapat dipertanggung jawabkan (sesuatu yang akan diulang pada penyelidikan WTC 9/11 tiga puluh lima tahun kemudian).
Lanjut di Part 2...
Tatto dan Perkembangannya di Indonesia (Mentawai)
Tato/ tattoo berasal dari kata tahitan atau tatu yang berarti menandakan sesuatu. Tato merupakan suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen kedalam kulit. tato dapat dibuat dalam segala kulit. pada umumnya manusia membuat tato untuk memodifikasi kulit sedangkan hewan untuk mengidentifikasi atau lebih tepatnya stambun.
Dulu, pemakain tato cenderung dipakai oleh kalangan suku di dunia yang menandakan wilayah, derajat, pangkat bahkan kesehatan seserang.
Tato pertama kali tercatat dalam peradaban dunia dalam ekspedisi James Cook pada tahun1769. Menurut beberapa peneliti, tato yang tertua ditemukan pada mumi Mesir dari abad ke 20 BC.
Tato Mesir, yang diperkirakan tato tertua ditemukan pada 1300 SM sedangkan Mentawai sudah menato tubuh mereka sejak kedatangan mereka ke pantai barat Sumatera pada Zaman Logam, 1500 SM – 500 SM. Mereka bangsa Proto-Melayu yang berasal dari daratan Asia (Indocina).
Menurut para peneliti “tato” di Indonesia, Tattoo Mentawai adalah yang tertua di dunia yang dikenal sebagai Titi. Bagi masyarakat Mentawai yang mendiami kepulauan Mentawai di dekat Sumatera, tato merupakan roh kehidupan. Salah satu posisi tato adalah untuk menunjukkan identitas dan perbedaan status sosial atau profesi. Sebagai contoh, tato Sikerei (sebutan untuk dukun Mentawai) berbeda dengan tato pemburu. Pemburu dikenal dengan gambar binatang tangkapannya, seperti babi, rusa, monyet, burung, atau buaya. Sedangkan Sikerei diketahui dari tato bintang “Sibalu-balu” di tubuh mereka. Bagi masyarakat Mentawai tato juga memiliki fungsi sebagai simbol keseimbangan alam. Dalam masyarakat itu, benda-benda seperti batu, hewan dan tumbuhan harus diabadikan di atas tubuh. Mereka menganggap semua benda memiliki jiwa.
Proses pembuatan tato pada masyarakat Mentawai dilakukan ketika anak laki-laki memasuki akal baliq atau sekitar usia 11-12 tahun yang memakai. Orang tua yang bersangkutan memanggil sikerei(dukun) dan rimata (kepala suku) beserta diadakannya pesta penyembelihan babi dan ayam
Dalam proses pembuatan, jarum yang digunakan terbuat dari tulang hewan atau kayu karai yang diruncingkan dan diawali dengan penggambaran sketsa menggunakan lidi lalu jarum dimasukkan kedalam zat pewarna yang terbuat dari campuran daun pisang dan arang lalu dipukul pelan-pelan.
Bagi masyarakat mentawai tato merupakan bentuk status. Semakin banyak tato maka semakin kaya orang tersebut.
Dalam proses pembuatan, jarum yang digunakan terbuat dari tulang hewan atau kayu karai yang diruncingkan dan diawali dengan penggambaran sketsa menggunakan lidi lalu jarum dimasukkan kedalam zat pewarna yang terbuat dari campuran daun pisang dan arang lalu dipukul pelan-pelan.
Bagi masyarakat mentawai tato merupakan bentuk status. Semakin banyak tato maka semakin kaya orang tersebut.
Minggu, 11 Desember 2011
kesan ku terhadap ayah
Disini saya akan menulis dari hati saya sendiri tentang seorang ayah, ayah saya. tidak ada unsur pengurangan maupun melebih-lebihkan. maaf kalo tulisan saya jelek, saya hanya menulis karena tuntutan tugas kuliah yang benar-benar membunuh saya secara perlahan
Entah apa yang ada dipikiran saya malam ini, saya ingin menceritakan seorang ayah kepada kalian para pembaca. Ayah saya, seorang yang bijaksana, baik, peduli serta profesional dalam segala hal.
Ayah adalah seorang kepala rumah tangga, seorang pemimpin yang kelak akan dipertanggung-jawabkan atas kepemimpinannya. Seorang Ayah yang bertanggung jawab atas segala hal, yang mengayomi anggota keluarga, dan yang dapat dijadikan figuran.
Beberapa hal yang baru saya ketahui tentang ayah saya;
1. Ayah selalu meyakinkan saya untuk mencapai impian dan cita-cita saya
2. Meskipun tidak tahu, ayah selalu membantu saya untuk mencari jawaban segala sesuatu yang saya
tanyakan.
3. Dikehidupan sehari-hari ayah tampak keras dan galak, tetapi tampak baik dan sabar dimata
teman-teman saya.
4. Ayah tampak senang ketika pulang kerja membawa makanan, meskipun beliau jarang
menikmatinya.
5. Ayah selalu mendoakan saya untuk sukses baik dunia maupun akhirat, walaupun saya jarang
mendoakannya.
6. Ketika sakit ayah tidak pernah memanjakkan saya, tetapi beliau selalu ada ketika saya butuhkan.
7. Ayah selalu melupakan keinginannya agar bisa menuruti keinginan saya.
8. Ayah selalu bekerja keras dan berpikir bagaimana agar keluarga tercukupi walaupun saya jarang
memikirkan bagaimana cara beliau mendapatkannya.
9. Ayah saya selalu menghentikan aktifitas kerjanya ketika saya menelepon beliau.
10. Ayah selalu menyuruh saya untuk menanyakan pada ibu ketika beliau ingin menolak permintaan
saya.
11. Ayah tidak pernah marah ketika mengetahui saya mulai merokok walaupun saya tahu beliau
meneteskan air mata.
12. Ayah selalu memuji saya ketika saya berhasil melakukan sesuatu seperti cara beliau.
13. Ayah selalu mengatakan kepada saya agar kelak saya harus lebih baik dari beliau.
14. Ayah selalu mensupport saya ketika saya gagal
15. Ayah membiarkan saya pulang malam karena beliau menganggap saya sudah dewasa dan
mengetahui mana yang baik dan buruk.
16. Ayah selalu bekerja keras mencukupi kebutuhan agar saya tidak mengalami seperti yang beliau
rasakan ketika kecil.
Beberapa hal di atas hanya sebagian kecil bentuk kasih sayang ayah kepada saya, bagi saya ayah adalah seorang figuran yang patut dicontoh bagaimana beliau tidak pernah mengeluh dan selalu ingin membuat keluarga bahagia. Saya bangga mempunyai ayah seperti beliau.
Entah apa yang ada dipikiran saya malam ini, saya ingin menceritakan seorang ayah kepada kalian para pembaca. Ayah saya, seorang yang bijaksana, baik, peduli serta profesional dalam segala hal.
Ayah adalah seorang kepala rumah tangga, seorang pemimpin yang kelak akan dipertanggung-jawabkan atas kepemimpinannya. Seorang Ayah yang bertanggung jawab atas segala hal, yang mengayomi anggota keluarga, dan yang dapat dijadikan figuran.
Beberapa hal yang baru saya ketahui tentang ayah saya;
1. Ayah selalu meyakinkan saya untuk mencapai impian dan cita-cita saya
2. Meskipun tidak tahu, ayah selalu membantu saya untuk mencari jawaban segala sesuatu yang saya
tanyakan.
3. Dikehidupan sehari-hari ayah tampak keras dan galak, tetapi tampak baik dan sabar dimata
teman-teman saya.
4. Ayah tampak senang ketika pulang kerja membawa makanan, meskipun beliau jarang
menikmatinya.
5. Ayah selalu mendoakan saya untuk sukses baik dunia maupun akhirat, walaupun saya jarang
mendoakannya.
6. Ketika sakit ayah tidak pernah memanjakkan saya, tetapi beliau selalu ada ketika saya butuhkan.
7. Ayah selalu melupakan keinginannya agar bisa menuruti keinginan saya.
8. Ayah selalu bekerja keras dan berpikir bagaimana agar keluarga tercukupi walaupun saya jarang
memikirkan bagaimana cara beliau mendapatkannya.
9. Ayah saya selalu menghentikan aktifitas kerjanya ketika saya menelepon beliau.
10. Ayah selalu menyuruh saya untuk menanyakan pada ibu ketika beliau ingin menolak permintaan
saya.
11. Ayah tidak pernah marah ketika mengetahui saya mulai merokok walaupun saya tahu beliau
meneteskan air mata.
12. Ayah selalu memuji saya ketika saya berhasil melakukan sesuatu seperti cara beliau.
13. Ayah selalu mengatakan kepada saya agar kelak saya harus lebih baik dari beliau.
14. Ayah selalu mensupport saya ketika saya gagal
15. Ayah membiarkan saya pulang malam karena beliau menganggap saya sudah dewasa dan
mengetahui mana yang baik dan buruk.
16. Ayah selalu bekerja keras mencukupi kebutuhan agar saya tidak mengalami seperti yang beliau
rasakan ketika kecil.
Beberapa hal di atas hanya sebagian kecil bentuk kasih sayang ayah kepada saya, bagi saya ayah adalah seorang figuran yang patut dicontoh bagaimana beliau tidak pernah mengeluh dan selalu ingin membuat keluarga bahagia. Saya bangga mempunyai ayah seperti beliau.
Senin, 28 November 2011
Who Am I
ini adalah tulisan pertama saya, saya menerima segala kritik, saran serta caci maki dari para pembaca
terima kasih
Who am I, “siapakah saya” sebuah pertanyaan singkat yang sering diremehkan orang. Tetapi tak semua orang dapat menjawabnya dengan rasional dan hanya melontarkan beberapa kata tentang status orang tersebut. Bahkan beberapa orang terkadang tak dapat mengenali dirinya sendiri seperti jati diri, kelebihan, kekurangan, minat, bakat, serta potensi yang dimiliki seseorang tersebut. Mengenal diri sendiri memang perlu di lakukan agar kita tahu sebenarnya siapa diri kita jangan sampai kehilagan jati diri.
Membahas tentang siapa diri anda sebenarnya, disini saya akan menjelaskan siapakah saya. 18 tahun yang lalu saya di lahirkan dan merupakan anak ke dua dari dua bersaudara. Dapat dikatakan saya adalah orang yang pemalas, tetapi terkadang karena suatu kondisi kritis dapat merubah saya menjadi seseorang yang lebih rajin. Selain pemalas saya juga orangnya cuek, dimana saya tidak peduli dengan hal sekitar, saya juga seorang individualis yang selalu melakukan dan menyelesaikan masalah sendiri tetapi tak lupa saya untuk membantu teman jika memang itu membutuhkan bantuan. Saya memiliki sifat keras dan tidak mau diatur, karena prinsip saya kalau saya lebih kuat dari mereka, mereka tidak berhak mengatur saya dan saya orangnya nekat, nekat dalam melakukan tindakan terlebih karena saya orangnya keras jadi kemungkinan besar akan terjadi baku hantam maupun pukulan ringan. Dan saya bisa diibaratkan sebagai sebuah cermin, jika seseorang baik terhadap saya, saya akan membalas dengan kebaikan pula, begitu juga sebaliknya jika terdapat seseorang yang tidak baik dengan saya, saya akan membalasya dengan tidak baik pula.
Selepas penjelasan sisi negatif tak lupa akan sisi positif. Loyalitas, suatu kepercayaan tinggi yang saya pegang jika saya telah mempercayai hal tersebut dan saya akan menjaga dan memperjuangkannya. Tanggung jawab, dimana saya akan bertanggung jawab atas semua yang pernah saya lakukan baik positif maupun negatif. Tak lupa saya juga orang yang selalu memegang teguh sebuah pendirian dan seseorang yang kritis. Saya juga seseorang yang mudah bergaul dengan siapa saja tidak peduli tua maupun muda baik kaya atau miskin yang membedakan mereka adalah dalah hal bagaimana mereka menghargai saya dan saya benar-benar menjaga arti sebuah pertemanan.
Untuk masalah potensi dan bakat saya lebih cenderung dalam bidang olahraga terutama dalam bidang beladiri, bidang yang membuat saya lebih kuat dalam hal apapun baik secara fisik, otak serta mental. Dan saya akan selalu berusaha mencari potensi dan bakat lain.
Di dalam hidup, jalanan merupakan kiblat yang menuntun saya menemukan jati diri, jati diri yang memberikan saya sebuah arti kehidupan, kehidupan yang keras menuntun seseorang untuk menjadi kuat dimana seseorang yang kuat mempunyai pengaruh besar dan seseorang yang lemah akan siap untuk tertindas. Kehidupan yang mengajarkan arti sebuah kerja keras.
Dan tak lupa juga peran orang tua saya dalam mendidik saya, seorang ayah yang selalu mendukung saya dan seorang ibu yang selalu memberikan nasihat bagi saya. Ayah yang saya punyai merupakan sosok seorang pemimpin kuat dalam keluarga, dimana selalu menyeimbangkan materi dengan rohani. Beliau mempunyai prinsip yang unik, prinsip yang membawa kesuksesan dalah hal karirnya. Prinsip yang menjelaskan bahwa beliau tidak ingin melihat anak-anaknya mempunyai nasib yang sama seperti beliau ketika masih kecil, dari sifat beliau ini jelas memberikan banyak pengaruh terhadap jati diri saya.
Saya juga pernah mengalami sebuah perubahan besar dalam kehidupan saya dan menuntut saya untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Perubahan yang menuntun saya untuk menjajaki dunia perkuliahan.
Dalam masa perkuliahan saya masih belum bisa memberikan sebuah hasil yang terbaik, suatu proses menuju kebaikan memang sulit. Dimana saya yang terbiasa bolos sekolah dan sekarang mencambuk diri sendiri untuk bisa bangun pagi. Sungguh suatu perubahan besar. Tujuan utama saya kuliah tidak lain karena ingin membanggakan kedua orang tua saya, bagi saya, untuk sekarang mungkin hanya ini yang dapat saya lakukan sebagai sebuah balasan atas kasih sayang mereka. Mereka merupakan motivasi terbesar dalam kehidupan saya. Saya akan terus berusaha selama saya bisa.
Pada intinya seseorang harus dapat mengetahui siapakah dia sebenarnya, apa kelebihan dan kekurangannya.
Karena hal tersebut akan menuntun kita untuk mengetahui jati diri kita sebenarnya. Selalu bekerja keras, selalu berusaha menggali potensi diri. Demikian yang dapat saya tuliskan, kurang lebihnya dapat dimaklumi Terima Kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)












